Menstrual Cup : Pengalaman 10 Bulan Pertama.

Pros and Cons

Been there promoting menstrual cup within my close friends, and my social media. Beberapa teman saya masih merasa takut dan ngeri, apalagi di Indonesia, masalah selaput dara/keperawanan masih merupakan isu yang sensitif. Saya sendiri butuh waktu sekitar satu bulan untuk mengumpulkan keberanian dan membulatkan tekad setelah pembelian menstrual cup pertama saya. Waktu satu bulan ini pun saya manfaatkan untuk menggali informasi mengenai menstrual cup, mulai dari membaca jurnal terkait, konsultasi dengan S.PoG, dan menonton beragam video youtube terkait.

Salah satu teman kantor saya yang saya ceritakan dengan sangat semangat bahwa saat itu saya sedang menggunakan menstrual cup (akhirnya berhasil juga), seketika langsung membeli menstrual cup. Namun, ada juga beberapa teman saya yang sudah membeli namun kesulitan dalam memasangnya. Pengalaman pertama saya pun saat menggunakan menstrual cup memakan waktu hampir 1 jam di dalam toilet, dengan standby video cara melipat menstrual cup dan posisi-posisi saat pemasangannya. Saya mencoba semua jenis lipatan dan posisi yang ada di berbagai tutorial video penggunaan menstrual cup. Hari itu saya menemukan lipatan dan posisi yang pas bagi saya, yaitu punch fold dengan posisi jongkok. Namun, penggunaan pertama saya itu hasilnya masih tetap salah, karna saya masih merasakan kejangalan dan agak sedikit tidak nyaman,dan ujung batang cupnya pun masih di luar sepenuhnya. Ketika saya bertanya ke forum, ternyata saya masih belum benar memasangnya, saya hanya baru berhasil memasukkannya saja, karna ketika pemasangan cup ini telah benar, maka seharusnya kita tidak merasakan apa-apa, karena dia beradaptasi dengan kedalaman vagina kita.

Lalu, apa perubahan yang saya rasakan setelah 10 bulan penggunaan cup ini?

  1. Saya hanya butuh waktu paling lama sekitar 5menit di toilet, berbanding terbalik ketika saya masih menggunakan pembalut dimana saya bisa menghabiskan waktu 20-30 menit untuk mencuci pembalut hingga sangat bersih.
  2. Saya tidak takut lagi beraktivitas di lapangan, maupun berolahraga baik itu ringan ataupun berat, menstrual cup membantu saya tidak merasakan fenomena “nembus” lagi. Seandainya saya mengenal menstrual cup sejak sma, dan bisa bebas melakukan banyak hal selama menstruasi!
  3. Saya tidak mengeluarkan pengeluaran bulanan lagi untuk pembalut, biasanya saya akan menghabiskan uang sekitar 30-40 ribu per bulan, jika saya kalikan selama 10 bulan ini, maka saya sudah bisa saving sekitar 300-400 ribu, dalam setahun saya bisa membeli 1 cup organiccup lagi (?) atau makan enak di mall.
  4. Saya tidak mengeluarkan sampah bekas pembalut lagi setiap bulan.
    Kami sedang mencoba untuk menjadi near-zero-waste family. Kami sadar bahwa kami tidak akan bisa menjadi 100% zero waste, kemampuan kami untuk melakukan 3R pun belum bisa sepenuhnya kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan langkah kecil ini, kami berharap kami dapat membantu keluarga kami dalam mencapai tujuan itu. Dalam satu kali periode menstruasi, saya bisa menggunakan sekitar ±28 pads (dengan asumi satu hari 4x ganti pembalut, dan lama period saya adalah 7 hari rata2) pembalut. Bisa dibayangkan seberapa banyak sampah bekas pembalut yang tidak bisa direcycle itu jika hampir rata-rata wanita masih menggunakan pembalut.
  5. Masa period saya lebih pendek dan lebih teratur.
  6. Tidak lagi mengalami alergi, gatal dan lembab di bagian bokong (pengguna pembalut 29cm++ saya kira pasti merasakan ini).
  7. Saya jadi lebih mengetahui keadaan darah yang keluar saat menstruasi saya dan volumenya. Ps: sepengalaman saya, jika menggunakan pembalut, maka biasanya sebagian darah akan menempel pada permukaan pembalut. Saya pun baru mengetahui jika flek-flek yang biasanya kita dapatkan di penghujung masa menstruasi itu sbenarya juga berbentuk cairan. Namun,ketika kita menggunakan pembalut, mungkin cairan ini mengeras(?) di pembalut.
colors of period blood infographic (source: https://www.medicalnewstoday.com/articles/324848)

Menggunakan menstrual cup juga membuat saya sadar akan bagian-bagian di organ kewanitaan saya. Bahwa kita mempunyai tiga lubang, lubang kencing, lubang vagina (tempat penetrasi), dan lubang anus. Jadi tidak mungkin kita salah memasukkan cup ke lubang yang salah. 10 bulan ini juga membuat saya sadar bahwa kedalaman vagina saya yang cukup dalam, karna sebagian orang di dalam forum mengatakan mereka bahkan perlu memotong tangkai menstrual cupnya ke yang paling ujung dekat cup, hampir seperti tidak ada tangkai, sebagian ada yang memotong sedikit dan sebagian lagi seperti saya, tidak saya potong sedikitpun.

Part of Vaginas (source : https://helloclue.com/articles/cycle-a-z/vaginas-101)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: